Thursday, 2017-11-23, 20:36:15 | Selamat Datang Guest

HISI Seluler dan Alat Tulis Kantor

Main » Articles » My articles

TOXIC BOSS
Toxic Boss Syndrome
(WoNgBAguS– Leadership) – Semua orang tahu mereka. Supervisor yang selalu menyakiti bawahannya. Team leader yang menciptakan divisi diantara group tanpa harmonisasi. Manajer yang selalu memberikan tugas kepada para bawahan tetapi tidak pernah mendengarkan input dari mereka. Inilah para toxic boss. 

Mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri dan tidak peduli terhadap para bawahan. Satu prinsip yang selalu mereka pegang adalah mendapatkan semua pekerjaan selesai dikerjakan dengan hasil yang baik tanpa melihat pada proses yang telah dikerjakan. Dalam mencapai tujuan, mereka terkadang mengabaikan orang lain didalam organisasi mereka dan pada akhirnya hal ini akan menyakiti mereka. 

Ini sangat penting bagi anda, sebagai seorang manajer atau eksekutif, untuk menemukan toxic boss ini. Biasanya, apa yang anda lakukan adalah berjalan berkeliling. Keluar dari kantor anda, para karyawan akan menilainya sebagai toxic boss. Berbicara dengan klien perusahaan anda. Mendengarkan komentar sampingan mereka. Menanyakan mereka mengenai kekuatan manajerial organisasi adalah sikap seorang boss yang sangat baik. 

Lihatlah pada biaya overhead. Satu biaya yang terbesar bagi toxic boss adalah isu personal. Terkadang biaya ini dikumpulkan menjadi overhead accounts yang dikenakan pada unit operasi. 

Apakah sebuah group memiliki lebih banyak orang yang keluar (atau pensiun) dibandingkan lainnya? Apakah terdapat beberapa individu dari unit yang sama meninggalkan perusahaan dalam periode waktu yang singkat? Apakah sebuah departemen memiliki biaya overtime yang lebih tinggi dibandingkan lainnya? 

Seorang individu dimana toxic boss mereka tidak mengetahui dimana tempat terbaik bagi mereka yang sesuai dengan kemampuan. Anda membutuhkan untuk mengakses nilai individual ini dan menimbangnya disesuaikan dengan biaya perusahaan agar bekerja sesuai kemampuan. Jika seorang toxic boss meningkatkan produksi sebanyak 10% pada tahun-tahun terakhir, para stakeholder tidak peduli jika tingkat turnover pada department lebih tinggi dari rata-rata. Karena hal ini akan meningkatkan biaya training karyawan baru, pembayaran pada agen pekerja, dan sebagainya. 

Aksi anda dengan penghormatan pada toxic boss akan bergantung pada lingkungan. Anda dapat merekomendasikan mentoring atau training yang lebih lanjut bagi toxic boss. Mungkin seorang individu harus di transfer kepada posisi dengan tanggung jawab yang lebih sedikit pada orang-orang. Tujuan yang di set bagi individu terkadang tidak tercapai yang mana akan menyebabkan perubahan gaya seseorang manjadi seorang toxic boss tetapi hal ini harus disesuaikan. 

Yakinkanlah untuk mendokumentasikan dan mengkuantifikasi pengukuran yang anda gunakan untuk menentukan apakah seorang toxic boss telah merugikan perusahaan anda. Gunakan juga biaya overhead sebagaimana biaya langsung untuk mendemonstrasikan efek bottom line.Terakhir, gunakanlah pengukuran yang sama untuk mengkuantifikasi benefit pada perusahaan manakala anda melakukan aksi untuk menyelesaikan masalah toxic boss. Tips hari ini adalah : Hindarilah untuk menjadi seorang eksekutif dan manajer yang memiliki sifat sebagai seorang toxic boss
Category: My articles | Added by: Heru (2011-05-24)
Views: 201 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Kategori Bagian
My articles [3]
HISI Menu
HISI Polling
Rate my site
Jawaban: 16
HISI Rekan Bisnis
  • Cek Jamsostek Saldo
  • Bisnis Tiket Pesawat
  • FaceBook
  • Pencarian di Google.co.id
  • KlikBCA
  • Login ke Gmail.com
  • HISI Statistik

    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0